Yuuuuu…k Kita Bantu Pengungsi

Para PENGUNGSI, pada saat ini bukan hanya merupakan manusia yang paling miskin bahkan paling MENDERITA baik secara fisik (kehilangan tempat tinggal, meninggalkan negerinya ke negeri asing). Juga secara psikis (kehilangan orang-orang yang dikasihi, kehilangan suami, istri, anak-anak, orangtua dan sanak keluarga lainnya).

Bayangkan mereka harus berjalan kaki ribuan kilometer sebelum mencapai negara tujuan, atau mereka harus berdesakan naik kapal dengan segala risiko. Sudah banyak nyawa melayang entah di lautan maupun di darat. Mereka tak mampu membuat upacara penguburan secara layak untuk para sanak yang meninggal, karena harus meneruskan perjalanan.

Inilah tragedi kemanusiaan abad ini. Tentu kita tak dapat menutup mata terhadap berbagai kekerasan dan kekejaman di berbagai belahan dunia. Tetapi persoalan pengungsi ini begitu nyata sekarang di negara-negara Eropa.

Umumnya para Pengungsi hanya memiliki baju yang melekat di tubuhnya. Pakaian cadangan yang mereka miliki sebelumnya terpaksa harus mereka bakar. Di bakar sebagai bahan penghangat badan mereka, apabila rasa dingin dalam perjalanan sudah tidak tertahankan lagi.

Jangankan pakaian hangat, T-shirt satu-satunya pun terkadang sudah koyak-koyak. Sepatu sudah rusak dan bolong. Bahkan mereka terpaksa jalan tanpa alas kaki dalam cuaca yang sangat dingin.

Mereka telah menempuh perjalanan kaki ribuan km. Dengan perasaan lapar, kedinginan maupun haus. Mereka tidurpun di bawah alam terbuka, sehingga apabila hujan turun, mereka akan turut kehujanan.

Perjalanan yang penuh dengan risiko dan bahaya. Selain dirampok maupun diperkosa dalam perjalanan. Mereka juga harus menempuh lautan yang ganas dengan perahu karet yang kecil. Sudah ribuan pengungsi yang meninggal dunia dalam perjalanan baik di darat maupun di laut.

Rumah yang mereka miliki telah dibom ataupun dibakar. Bahkan banyak sanak keluarga mereka yang telah turut mati dibunuh. Oleh sebab itulah mereka hidup dalam ketakutan. Hal inilah yang mendorong mereka untuk melakukan perjalanan jauh yang penuh dengan risiko untuk pergi mengungsi ke Eropa.

Setiap hari puluhan ribu Pengungsi yang tiba di Belanda maupun negara-negara Eropa lainnya. Pemerintah setempat sudah kewalahan sehingga tidak bisa menampung mereka lagi.

Perut lapar tidak bisa nunggu, begitu juga badan yang menggigil kedinginan butuh segera pakaian. Apalagi cuaca memasuki musim dingin. Tidak lama lagi suhu di luar akan mencapai titik di bawah nol derajat Celcius atau seperti Es.

Para pengungsi butuh bantuan uluran tangan dari rekan-rekan FB maupun Milis yang terkasih. Mereka butuh, pakaian, makanan maupun obat-obatan.

Uluran tangan dan bantuan Anda, berapa pun jumlahnya akan kami terima dengan penuh rasa syukur dan sukacita. Semakin Anda memberi, Anda tak akan pernah kekurangan apalagi kehabisan. Semakin Anda mengasihi, kasih yang sama akan mengalir dan menyemangati hidup Anda.

Berapapun sumbangan Anda, akan kami terima dengan segala sukacita. Karena itu merupakan perbuatan kasih Anda untuk sesama yang sedang sangat menderita.

Yuu..k mari kita berbagi rasa kasih dengan para Pengungsi. Uluran kasih Anda kami tunggu. Terima kasih sebelumnya.

Apabila Anda bersedia untuk berbagi rasa kasih kepada mereka melalui Yayasan Peduli Indonesia (YPI) mohon untuk kirimkan bantuan Anda melalui

Bank Central Asia (BCA) – Jakarta
No. Rekening 715 056 6252
a.n Edison Y. Tinambunan, SH

Yayasan Peduli Indonesia yang didirikan pada tahun 2006 berdomisili di Belanda. Sdr Edison Y. Tinambunan, SH adalah ketua Yayasan Peduli Indonesia untuk di Indonesia.

Atas kesediaan Anda membantu para Pengungsi. Kami atas nama Yayasan Peduli Indonesia mengucapkan banyak terima kasih sebelumnya.

Teriring salam hormat dengan penuh rasa kasih
Yayasan Peduli Indonesia (YPI)

NB: Kami juga membuka kesempatan bagi tenaga-tenaga Relawan. Apabila Anda tertarik untuk membantu Yayasan Peduli Indonesia sebagai RELAWAN silahkan kirim email ke:
peduli4indonesia@gmail.com