Penyakit Akibat Dosa??
Date: Friday, December 11 @ 07:27:29
Topic Rohani Umum
|
Penyakit itu adalah sesuatu hal yang paling tidak diinginkan oleh manusia. Setiap orang pasti pernah mengalami sakit, tidak peduli siapa dia, atau apa status maupun kedudukannya. Entah ia itu raja ataupun gembel. Sakit itu sudah dari sononya, bawaan sejak lahir, karena setiap manusia yang dilahirkan di bumi ini sudah ditakdirkan untuk sakit. Orang yang selalu telaten merawat kesehatannya sekalipun tidak dijamin akan imum dari penyakit.
Berdasarkan hasil penelitian, di Jerman dimana pelayanan medis dan ilmu kesehatan sudah termasuk negara yang paling maju, di prediksikan setiap satu dari dua orang penduduknya akan menderita sakit parah bertahun-tahun sebelum mereka meninggal. Pria sekitar dua tahun, perempuan tiga tahun. Bonus sakit ini diberikan oleh Tuhan tanpa kita harus memohonnya.
Pada saat kita sakit, baru kita menyadari, bahwa harta atau anugerah yang paling berharga di dunia ini adalah kesehatan. Apabila seseorang menderita sakit berat, pertama timbul dipikiran; apakah sakit yang diberikan oleh Tuhan ini merupakan hukuman akibat dari dosa-dosa saya? Berdasarkan hukum tabur tuai atau hukum karma. Saya yakin tidak !
Kita percaya bahwa apabila kita sudah diselamatkan berarti Argo-Dosa saya sudah direset jadi NOL walaupun dosanya ireng seperti areng; akhirnya akan putih bersih seperti salju tanpa noda. Kalau kita percaya akan hal ini berarti tidak ada alasan lagi bagi Tuhan untuk menghukum saya dengan bonus penyakit. Bahkan kebalikannya apabila Anda menuding bahwa penyakit itu sebagai hukuman dari dosa, berarti Anda melecehkan Tuhan. Moso sih sudah ditebus habis dosanya oleh Tuhan masih saja dihukum, apakah itu tidak kebangetan !
Kalau kenyataannya orang berdosa akan dihukum dengan penyakit, kenapa para koruptor yang dosanya berjibun bisa hidup sehat dan umur panjang? Apakah kalau orang sakit itu berarti orang berdosa, sedangkan orang sehat adalah orang yang tidak berdosa? TIDAK ! Kagak percaya baca tuh Alkitab ! Ayub yang harus menggaruk-garuk kulitnya hingga menimbulkan luka. Duri di dalam tubuh Paulus yang tidak bisa dicabut atau Timotius harus minum anggur secara teratur sebagai obat agar penyakit pencernaannya reda.
Pada saat kita jatuh sakit, kita bukan saja memvonis diri sendiri dengan perasaan guilty feeling atau rasa berdosa sehingga saya jatuh sakit. Bahkan banyak pula orang yang mengadili Tuhan, kok tega-teganya sih Tuhan melimpahkan penyakit kepada saya.
Tidak bisa dipungkiri, bahwa kebanyakan penyakit berdasarkan hukum tabur-tuai alias akibat dari prilaku gaya hidup kita sendiri. Misalnya apabila anda perokok berat sehingga akhirnya kena penyakit kanker, ini bukannya karena dosa, melainkan karena tidak manut anjuran di bungkus rokok agar tidak merokok. Makan seenak udel-udel tidak menghiraukan kesehatan, makan banyak lemak/kolestrol, gula dan tidak pernah melakukan olahraga ini bukannya karena dosa, melainkan karena prilaku hidup anda sendiri!
Saya kira jarang ada orang yang bisa mengucapkan: „Thank God for pain“! – “Terima kasih Allah atas rasa sakit ini!” Apabila sakit ini merupakan anugerah dari Allah, maka ini akan merupakan anugerah yang paling tidak disenangi maupun disyukuri. The most unppreciated and unwanted gift! Memang sakit itu tidak enak, tetapi apabila Anda ingin hidup; maka Anda harus sakit, sebab itu sudah merupakan pasangannya dari kenikmatan hidup yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain.
Banyak orang tidak menyadari, bahwa penyakit itu sebenarnya demi kebaikan diri kita sendiri. Sebab penyakit ini merupakan WARNING KERAS agar kita mau merubah cara pola hidup kita. Misalnya mengurangi makanan lemak, gula maupun berhenti merokok dan melakukan olahraga. Tanpa adanya Warning ini saya yakin kebanyakan orang tidak akan mau merubah pola gaya hidupnya.
Memang ada beberapa penyakit yang sudah ditakdirkan dari Tuhan. Misalnya anak dilahirkan bisu, buta, cacad atau adanya Gen penyakit keturunan seperti blutdruck tinggi, kanker payudara, prostat maupun penyakit jantung. Apakah ini akibat dari dosa sendiri ataukah akibat dari dosa orang tuanya? TIDAK!
Dengan mudahnya kita menghakimi orang lain, bahkan menghakimi diri sendiri: ”Tuh, gara-gara ia begini dan begitu sehingga akhirnya jadi sakit!” Yesus sendiri bersabda: “BUKAN dia dan BUKAN juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” (Yoh 9:3)
INGAT! Tuhan mengijinkan kita sakit, tetapi kebalikannya Ia juga akan memberikan kesembuhan kepada kita, karena Tuhan itu Maha Pengasih
Baca sambungannya mengenai Kesembuhan Illahi !
Mang Ucup
Email: mang.ucup<at>gmail
Homepage: www.mangucup.org
|
This article comes from mangucup.org
http://www.mangucup.org/
The URL for this story is:
http://www.mangucup.org/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=1372
|
|
|