Pengungsi UCUP from BANDUNG – Bag. 5

Sesuai dengan JANJI mang Ucup, dengan ini saya membuka SAYEMBARA dengan

HADIAH SATU JUTA AS DOLLAR

Bagi siapa saja yang bisa MEMBUKTIKAN secara HUKUM jadi bukan hanya berdasarkan katanya ataupun mengutip dari berita-berita GOSIP secara Copy & Paste lainnya bahwa JR pernah mem-BOBOL, nge-HACK ataupun MENIPU BANK di Indonesia atau dimanapun juga.

Tawaran ini bukan hanya sekedar n’JEPLAK di FB atau di Milis saja. Saya bersedia memberikan Statement ini secara resmi tertulis dihadapan NOTARIS lokal maupun International dengan jaminan seluruh harta kekayaan yang saya miliki!

Sayembara tersebut di atas inilah yang saya ingin tawarkan kepada rekan-rekan semua!

Kenapa Mang Ucup berani mengeluarkan sayembara sambil menantang dan berkoar-koar seperti begini? Maklum hingga saat ini saya TIDAK PERNAH melakukan hal-hal tersebut diatas. Dan saya yakin haqul yakin sampai saya KOIT sekalipun TIDAK AKAN ADA yang bisa membuktikannya! Entah ini dari aparat Polisi di Indonesia, Interpol, FBI maupun awak Media. Hal ini saya JAMIN 10.000 persen! Biarlah mang Ucup menjadi ONE MILLION DOLLAR MAN! Jadi dalam soal pembobolan Bank dsb-nya; JR itu PUTIH BERSIH TANPA NODA seperti habis dibilas Tujuh Kali dengan sabun Rinso!

Jadi apa sebenarnya kasus JR ini? Sehingga jadi terpidana bahkan dijadikan Buronan Interpol! Saya kutip mengenai sosok JR yang tercantum di WIKIPEDIA satu lembaga internasional yang netral dan dipercaya. Silahkan klik nama JUSUF RANDY disitu tercantum dengan jelas kesalahan JR: Tahun 1989 ia terpaksa meninggalkan Indonesia untuk kembali ke Jerman karena diketahui mempunyai KTP ‘aspal’ dan paspor Indonesia (Indonesia pada saat itu tidak mengenal konsep dwikewarganegaraan).

Jadi tindak pindana ataupun pelanggaran hukum SATU-SATUNYA ialah MEMPUNYAI KTP ASPAL – tidak lebih dan tidak kurang ! Hal ini saya akui benar seratus persen! Jadi hanya itu saja TOK Dosa Beratnya JR. Tapi kenapa jadi begitu di Blow Up oleh media; bukankankah di Indonesia juga banyak bahkan ribuan orang lainnya yang memiliki KTP Ganda???

Maklum pada saat itu saya BERSEBRANGAN dengan KELUARGA CENDANA. Ketika itu banyak pejabat tinggi lingkaran satu yang menjadi sohib baik saya. Antara lain Sudomo, Benny Murdani, maupun mantan Kapolri Awalduludin Jamin begitu juga dari pihak kejaksaan Agung. Namun tidak ada satupun juga yang berani dan bisa bantu saya. Maklum siapa yang berani melawan keluarga Cendana pada saat itu?

Memang Lucu bin Bodor, saya pernah diangkat sebagai seorang PENASEHAT oleh Kementrian Kehakiman sebagai tenaga ahli untuk membuat Rancangan Undang-undang Kejahatan Cyber. Tim kami terdiri antara lain mantan Hakim Agung Bismar Siregar maupun Bpk. Dr. Muladi mantan menteri Kehakiman yang saya kenal baik.

Dalam jangka waktu satu bulan JR telah dijadikan berita utama sebanyak tiga kali oleh majalah Tempo – hanya untuk masalah KTP aspal? Bukankah suatu hal yang lucu tapi nyata. Entah majalah Tempo merasa Guilty Feeling entah apapun juga, sehingga mereka mengadakan saresahan khusus di hotel Homann Bandung untuk membahas masalah JR dengan tema Praduga Tak Bersalah atau “Presumption of Innocence”. Maklum sebelum saya dihakimi ternyata sudah divonis bersalah terlebih dahulu oleh Media. Bahkan dengan diberikan berbagai macam kecap maupun bumbu penyedap tambahan lainnya yang tidak benar.

Cobalah renungkan dengan akal sehat Anda. Hanya berdasarkan kasus pemalsuan KTP saja JR dikejar dan diburu ke seluruh ujung dunia dengan RED NOTICE oleh Interpol. Hal ini tidak akan bisa terjadi apabila tidak DALANG INTELEK yang memiliki SUPER POWER pada saat itu??

Saya datang hijrah ke Indonesia dari Jerman hanya dengan satu tujuan saja ialah ingin membantu MENCERDASKAN BANGSA agar bangsa Indonesia bisa jadi melek Komputer. Namun saya diperlakukan jauh lebih buruk daripada penjahat kelas kakap manapun juga.

Saya di Blow Up oleh berbagai macam Media. Hal ini membuat keluarga maupun orang tua saya sangat terpukul sekali. Hampir tiap hari Ma Anie ibunda saya, menelpon berkali-kali. Sambil mengeluarkan air mata dan nada sember, karena menangis ia berkata: Sing Sabar Pel, Mamah akan mendoakan kamu terus!

Setiap kali bunda saya mengucapkan demikian. Saya merasa dada saya seperti ditusuk. Oleh sebab itulah juga, saya bisa menghayatinya dengan baik lirik lagu DALAM DOA IBUKU NAMAKU DISEBUT.

Saya tidak pernah sedih ataupun merasa terpukul oleh kasus ini. Satu-satunya yang membuat saya sangat sedih dan terpukul. Karena ada banyaknya pemberitaan negativ di berbagai macam media. Hal inilah yang telah membuat kedua orang tua saya menjadi sangat sedih dan terpukul sekali karenanya.

Mogah-mogahan dengan adanya lomba ini, Ma Anie di alam baka bisa tenang dan yakin bahwa si Tompel puteranya bukanlah seorang pembobol Bank yang seperti diberitakan di berbagai macam media masa.

Hal ini juga diketahui dengan baik oleh sohib saya bpk Sudomo mantan Pangkomkantib. Beliau berpendapat daripada Loe nunggu hingga di Vonis DEPORTASI. Sudah langsung pulang saja ke Jerman. Maklum beliau mengetahui dengan baik duduk persoalan saya dan juga masalah saya yang bersebrangan dengan keluarga Cendana, sehingga tidak mungkin bagi saya untuk bisa mendapatkan proses yang Fair dan adil.

Oleh sebab itulah beliaul mengajurkan agar saya segera pulang saja ke Jerman. Bahkan beliau sendiri yang mengantar saya ke Bandara! Disinilah terbuktikan bahwa beliau adalah seorang sahabat yang baik dimana seluruh dunia meninggalkan dan menjauhi saya.Beliau tetap setia mendampingi, bahkan mau membantu saya! Bahkan beliau berani mengambil risiko melawan junjungannya Suharto. Sejak saat itulah saya mendapatkan Status maupun Gelar sebagai BURONAN !

Sejak era Orde Baru hingga sekarang Indonesia tidak lagi mengakui adanya kewarganegaraan ganda. Jadi menjadi satu pelanggaran hukum ketika Mang Ucup mengajukan permohonan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia. Kesalahan inilah yang akhirnya menjadi kasus pidana serius bagi Mang Ucup yang selanjutnya dituduh dengan kasus pemalsuan KTP.

Cobalah renungkan apabila ada kasus buruk lainnya di dalam kehidupan saya. Mana mungkin begitu banyak pejabat tinggi maupun konglomerat yang mau menjadi sohib mang Ucup sampai dengan saat ini.

Hingga saat ini pun Mang Ucup masih merasa menyesal akan masalah KTP Aspal tsb. Saya merasa kasus ini adalah Noda Hitam yang tidak pernah akan bisa dihapus dalam sejarah kehidupan saya.

Dengan ini saya kutip sajak WS Rendra yang berkesan di hati Mang Ucup dan juga mampu mencerminkan perasaan saya.

Malam dan wajahku adalah satu warna
Dosa dan nafasku adalah satu udara
Tak ada pilihan kecuali menyadari
Biarpun bersama penyesalan.

Sebelum saya meninggalkan Indonesia, saya sempat di BUI terlebih dahulu selama dua bulan. Hal-hal apa saja yang dialami oleh saya selama di Bui? Dan bagaimana perasaan seseorang yang sedang berada dipuncak karier maupun puncak kehidupannya. Dihempaskan dan dibanting jadi Napi yang harus hidup di Bui? Sebelumnya biasa lunch di Hilton sekarang makan nasi jagung di Bui.

Ingin mengetahui kisah hidup di Bui JR. Bacalah sambungannya. Hari Kamis mendatang sebab mulai besok s/d Rabu saya harus bekerja sebagai SUKARELAWAN untuk menolong para pengungsi dari Pagi s/d Jauh malam.

Mang Ucup