Pengungsi UCUP from BANDUNG – Bag. 17

Terlampir BUKTI NYATA yang tidak bisa dipungkiri oleh Mang Ucup, bahwa dia itu sudah benar-benar RATUSAN KALI KELUAR MASUK Bui ! Jadi ngaku ajalah Ucup!

Bacalah artikel di bawah ini!

Saya selalu ingin mendapatkan jawaban dari DUA pertanyaan di bawah ini:

  • KENAPA SAYA DILAHIRKAN?
  • DAN APA TUJUAN HIDUP SAYA?

Saya meyakini bahwa saya diciptakan bukan JUST FOR FUN oleh Sang Pencipta.  Tuhan tentu memiliki rencana atas kelahiran dan kehidupan saya. Tuhan mempunyai rencana atas hidup saya. Sebagai citra-Nya, saya diciptakan secara khusus.  Dan kekhususan inilah yang kiranya menjadi landasan atas kedua pertanyaan di atas.

Saya menemukan jawaban atas kedua pertanyaan di atas bukan ketika saya sedang berada di Caesar Palace – Las Vegas ataupun ketika saya sedang bergelimang dalam uang.  Saya mendapatkan jawaban justru ketika saya sedang berada di dasar paling bawah Hidup saya.  Ketika saya berada dalam jurang kejatuhan, yakni ketika saya hendak BUNUH DIRI!

Pada saat itu saya seakan-akan mendengar suara yang sangat lembut sekali: “Ucup kau harus hidup terus agar kau bisa membantu mereka yang membutuhkan bantuan-KU. Aku menciptamu untuk tujuan khusus-Ku.”
Panggilan untuk tujuan khusus inilah yang selain menyelamatkan saya dari upaya bunuh diri, juga meneguhkan saya untuk berani meyakini bahwa tujuan hidup ini adalah untuk membantu sesama. Saya dilahirkan/diciptakan bukan semata-mata untuk memperkaya diri sendiri ataupun menikmati kehidupan duniawi. Seperti yang telah saya lakukan sebelumnya; yakni hanya mengejar kehidupan GAS, Gambling, Alcohol & Sex saja.

Inilah yang mendorong saya untuk membagikan SELURUH HARTA KEKAYAAN yang saya miliki; sehingga tekuras HABIS JADI NOL! Sebelum akhirnya saya mengabdikan diri untuk jadi JONGOS di Gereja!

Apakah Anda tahu bahwa manusia yang paling sengsara adalah mereka yang berada di Penjara. Mereka dijauhi bukan saja oleh sanak keluarganya, bahkan oleh seluruh masyarakat. Mereka dinilai sebagai SAMPAH MASYARAKAT.  Kepada siapa mereka bisa mengeluh? Dan siapakah yang tertarik untuk membantu mereka? NO BODY, bahkan setan pun menjauhi mereka.

Tentu dengan mudah kita bisa menvonis mereka.  Bukankah hal itu merupakan hukuman yang layak atas segala kejahatan maupun kesalahannya mereka perbuat sendiri.

Namun bagi saya entah ia seorang NAPI ataupun PENGUNGSI mereka adalah saudara saya yang wajib dibantu.  Saya tidak membedakan mereka baik Agama, Etnis maupun Latar Belakangnya kehidupan mereka!

Apakah Anda tahu, bahwa kebanyakan Napi dikucilkan oleh seluruh anggota keluarganya. Para Napi tersebut harus hidup benar-benar sebatang kara.  Boro-boro ada yang mau mengunjungi mereka, menyapa mereka pun Ogah dan Jijai rasanya!
Dari sinilah timbul rasa IBA saya kepada mereka, karena saya juga pernah mengalamainya sendiri hidup di Bui.

Penghasilan saya sebagai Jongos Gereja tidak banyak hanya cukup untuk menghidupi kami sehari-hari. Kami tidak pernah nonton bioskop ataupun jajan di luaran. Pakaian yang kami pakaipun berupa hadiah dari jemaat alias pakaian bekas.

Namun saya berusaha untuk menyisihkan sebagian dari gaji kami. Maklum kami ingin berbagi dengan mereka yang hidupnya jauh lebih terpuruk daripada kami.  Kami menyisihkan gaji kami untuk disumbangkan kepada para Napi yang tidak memiliki sanak keluarga lagi.

Salah satu jemaat dari gereja kami adalah seorang Psikolog yang bekerja di Penjara.  Tepatnya di penjara Justizvollzugsanstalt Remscheid – Jerman yang letaknya dekat gereja Altenberg tempat dimana saya mengabdikan diri.

Dari dia kami bisa mendapatkan nama-nama para Napi yang hidupnya sangat kesepian. Kami mengusahakan untuk mengunjungi para Napi tersebut seminggu dua kali. Kami selalu datang sambil membawa hadiah ala kadarnya misalnya Cokelat ataupun Rokok, bahkan uang.

Hal inilah yang mendorong saya untuk keluar masuk bui ratusan kali selama bertahun-tahun. Saya masuk bui lagi kali hanya dengan satu tujuan untuk membantu dan menghibur para Napi yang kesepian.

Saya mengunjungi mereka secara rutin. Walaupun kami tidak mengenal dia sebelumnya. Kadang jika ada yang membutuhkan; saya juga menyumbangkan Alkitab ataupun Al Quran. Maklum tujuan saya mengunjungi mereka bukan untuk melakukan Dakwah. Melainkan berdasarkan rasa prikemanusiaan semata-mata. Kepada merekalah saya ingin BERBAGI RASA KASIH.

Di akhir tahun saya mendapatkan Bonus Gaji yang ke 13. Dari uang gaji extra tersebut kami membuat puluhan hadiah Natal yang kami bagi-bagikan kepada para Napi di penjara.

Selain dari itu; di waktu malam saya juga sering menulis surat secara pribadi kepada para Napi yang kesepiaan ataupun membutuhkan bantuan nasehat saya. Menjelang hari raya Natal saya mengirimkan ratusan surat ucapan selamat Natal. Begitu juga saya lakukan menjelang hari raya Idul Fitri.

Jadi apa yang saya nyatakan sebelumnya bahwa Mang Ucup sudah ratusan kali ke luar masuk Bui itu; ternyata benar dan tepat 100%. Jadi ini bukan sekedar dongeng.

Bedanya saya ke luar masuk bui bukan untuk dipenjara melainkan sebagai pengunjung. Saya datang untuk membantu para Napi yang kesepian dan tidak memiliki sanak keluarga.

Di situlah saya sadar bahwa saya telah dipakai oleh Tuhan sebagai perpanjangan tangan-Nya untuk membantu mereka. Saya merasa terpanggil untuk membantu para Pengungsi yang membutuhkan bantuan saya.

Apabila ada pengungsi yang kelaparan ataupun kedinginan, karena tidak memiliki pakaian. Bisakah saya membantu mereka hanya dengan dongeng ataupun nyanyian yang indah? Bisakan para Pengungsi jadi kenyang hanya dengan Doa saja? Anda boleh memutar lagu indah sekalipun; ini tidak akan bisa membantu mereka jadi kenyang?

Anda boleh mengucakan I LOVE YOU dalam bahasa Malaikat sekalipun ini akan menjadi HAMPA tanpa ada rasa kasih yang sebenarnya. Begitu juga kita boleh mengucapkan kata rasa KASIHAN jutaan kali sekalipun, jika tanpa adanya bantuan nyata ucapan ini akan menjadi KOSONG DAN HAMPA!

Dua pertanyaan dasar di atas semakin terjawab ketika saya, hari demi hari terlibat langsung dengan dan bersama mereka, hari demi hari mengulurkan tangan, menyuap dan menyeka keringat mereka, menghangati kesepian mereka dengan selimut kasih, menutup tubuh mereka dengan pakaian persahabatan. Kedua pertanyaan di atas semakin menemukan artinya, kala saya semakin total memberikan diri dalam pelayanan kepada mereka.

Bagaimana pendapat rekan-rekan terkasih?

SAYEMBARA MENGHEBOHKAN
Saya berhasrat untuk menyelenggarakan sayembara lagi, tapi ini kali SIAPA SAJA DAN KAPAN SAJA bisa turut jadi peserta jadi. Syaratnya pun kagak sulit githu. Sayembara akan dibuka pada hari Selasa tanggal 17 November 2015

Salam dengan penuh kasih dan doa

Mang Ucup