Pengungsi UCUP from BANDUNG – Bag. 15

Apakah anda tahu bahwa pembunuh dan RACUN dari segala niatan baik adalah kata JANGAN-JANGAN. Apabila kita hendak membantu ataupun menyumbang untuk seseorang mendadak timbul pikiran JANGAN-JANGAN. Maka tomatis praduga buruk ini akan selalu menghantui kita. Sebelumnya kami membantu untuk bekerja sebagai para sukarelawan kami telah diberikan WARNING terlebih dahulu.

Hati-hati atau jangan-jangan diantara pengungsi itu; ada Teroris yang turut menyelundup. Atau jangan-jangan diantara mereka itu ada juga yang memiliki Peyakit Menular. Apabila sudah timbul pikiran Jangan-jangan. Maka jawabannya; hanya SATU saja ialah lebih baik JANGAN dilakukan sama sekali. Apabila kita ingin membantu orang ataupun berbuat kebajikan. Harus benar-benar TULUS dan IKHLAS 100%. Dengan demikian kita bisa membantu secara FULL HEART Abis dengan penuh rasa sukacita.

Misalnya pada saat saya memberikan kepercayaan kepada mas Jarwo tukang ojek saya di Jakarta untuk mengambil uang tunai sebesar Rp 1,2 miliar. Saya tidak memiliki foto copy KTP mas Jarwo, bahkan alamat rumah tempat tinggalnya pun; saya tidak tahu dimana. Saya percaya mas Jarwo 100% tanpa ada PRADUGA BURUK sedikitpun juga.

Tapi bagaimana kalau uang tersebut dibawa minggat oleh dia? Saya akan meng-AMINI-nya 100% tanpa ada rasa kecewa ataupun marah sedikit pun. Anggap saja dengan demikian saya bisa bantu dia dengan memberikan dia modal usaha. Tapi hingga saat ini saya tidak pernah dikecewakan olehnya.

Istri saya mba Wied usianya 25 tahun jauh lebih muda dari saya. Apabila saya dihantui oleh perasaan Jangan-jangan maka perkawinan kami tidak akan langgeng hingga 21 tahun. Pada saat kita menikah satu persyaratan utama yang harus dipegang ialah saling mempercayai. Saya memberikan kebebasan FULL ABIS kepada mba Wied. Sehingga dengan mana mba Wied tidak perlu hidup seperti burung dalam sangkar mas. Apabila kenyataannya mba Wied senang dengan cowok lain, WHY NOT Yang penting kebahagiaan mba Wied selalu berada jauh di atas kebahagiaan diri saya sendiri.

Banyak jemaat apabila mereka menyumbangkan dana untuk Gereja ataupun rumah ibadah. Sering timbul pikiran jangan-jangan. Apabila ada pikiran demikian sebaiknya TIDAK USAH nyumbang sama sekali. Memberikan sumbangan untuk rumah ibadah ataupun untuk kegiatan sosial lainnya harus benar-benar ikhlas dan penuh rasa sukacita 100%. Lebih baik kita menyumbang dalam jumlah kecil; daripada menyumbang dalam jumlah besar, tetapi kenyatannya tidak ikhlas dan tulus.

Setiap hari kita memanjatkan doa yang sarat dengan berbagai macam permintaan INI maupun ITU. Mulai dari mohon pengampunan dosa, kesehatan ataupun berbagai macam pemohonan kesejahteraan lainnya. Sehingga Tuhan pasti akan berpikir 4L (Loe Lagi Loe Lagi).

Namun DIA telah mengabulkan banyak sekali permohonan kita. Walaupun tidak seluruhya sekalipun. Jadi wajarlah kalau kita sekali-sekali juga MEMBERIKAN SUMBANGAN sebagai ungkapan rasa terima kasih kita kepada-Nya.

Percuma kita berdoa ataupun menyanyikan lagu AJARILAH KAMI SALING MENGASIHI apabila hanya OMDO (OMong DOang) tapi prakteknya kosong atau NOL Besar. Ini namanya NATO alias No Action Talk Only. Begitu juga sering sekali saya mendengar ucapan kata KESIAN. Tapi kenyataannya hanya sekedar sampai disitu saja. Tanpa ada kelanjutannya.

Mo Ge-Er dikit! Banyak orang berpendapat walaupun Usia mang Ucup sudah hampir 74 tahun. Namun penampilan Mang Ucup jauh lebih muda daripada usia saya yang sebenarnya. Masalahnya saya selalu usahakan; agar tidak stress dalam kehidupan sehari-hari saya. Entah kapan juga saya berusaha untuk selalu ceria.

Hal ini hanya bisa terjadi apabila tidak ada praduga Jangan-jangan. Lihat saja Bayi wajahnya kelihatan selalu lucu dan meyenangkan, karena mereka tidak pernah punya rasa Jangan-jangan.

Begitu juga apabila saya memberikan sesuatu entah kepada siapapun juga. Bagi saya berarti ini sudah bukan milik saya lagi. Jadi tidak perlu dipikirin lagi alias Go @Head sajalah!

Percayalah bahwa anda akan bisa hidup jauh lebih bahagia apabila mampu menghilangkan kata JANGAN-JANGAN dalam kamus kehidupan anda. Memang benar kita harus hati-hati, tapi tidak perlu Overdosis.

Lebih baik kita serahkan dan percayakan semuanya kepada Tuhan. Buat apa kita nungging berdoa sambil mengucapkan kalimat Terjadilah Kehendak-MU, kalau kenyataannya kita sendiri belum percaya ataupun belum yakin akan kehendak-Nya!

Mang Ucup