 |
Allah tidak pernah mempertanyakan kemampuan atau ketidakmampuan kita - hanya kesediaan kita
-- Charles Fletcher |
|
 |
 |
We have 7 guests and 0 members online
You are an anonymous user. You can register for free by clicking here
|
|
 |
|
See all
 |
Posted by: mangucup on Monday, June 07, 2010 - 02:57 AM |
 |
 |
 |
Dr. Daniel G. Amen, MD salah seorang pelopor dalam penelitian gambar otak yang telah menulis puluhan buku. Salah satu bukunya yang telah menjadi best seller adalah Change Your Brain, Change Your Life - Healing The Hardware Of The Soul, menyatakan, bahwa otak kita ini mirip Perangkat Keras (Hardware) dari Jiwa kita. Prilaku kita itu sepenuhnya tergantung dan terpengaruhi oleh otak kita. Kalau otak kita waras dan normal pasti prilakunya baik, hanya sayangnya menurut pendapat dia TIDAK ADA satupun otak yang normal dan waras, jadi semua manusia di kolong langit ini tidak waras alias Gelo Kabeh!
http://www.amenclinics.com/meet-dr-amen/
Konon secara teori kita ini diciptakan semuanya dalam keadaan dan kemampuan yang sama untuk bisa memilih mana yang benar dan mana yang salah (freewill), tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Kalau otaknya tidak waras; maka sukar bagi seseorang untuk bisa memilih dengan baik/benar. Oleh sebab itulah karena adanya tidak keseimbangan otak inilah, sehingga orang berbuat Dosa! Jadi orang yang berbuat Dosa itu adalah orang yang cacat (sakit), minimum cacat karakter yang telah menjadi bawaan sejak ia dilahirkan baca Dosa Asal!
|
|
 |
 |
Posted by: mangucup on Wednesday, March 17, 2010 - 01:52 PM |
 |
 |
 |
Akhir-akhir ini mang Ucup mendapatkan banyak sekali komentar yang benadakan kritikan sampai segala macam sumpah-serapah atas artikel yang saya tulis sekarang ini. Mereka menilai bahwa mang Ucup bukan saja sedang mabok, tapi sudah jadi gelo beneran, moso sih pembacanya dianjurkan untuk berbuat dosa. Saya pribadi merasa senang dengan adanya kritikan-kritikan tersebut, sebab dengan demikian terbuktikan, bahwa masih banyak orang yang peduli akan dosa. Dengan adanya banyak kritikan tersebut; berarti misi saya telah berhasil mengajak Anda untuk turut merenungkannya sejenak mengenai masalah Dosa.
Memang kalau direnungkan orang jaman dahulu menyesal akan dosa-dosanya, tetapi manusia jaman sekarang bukannya menyesali bahkan menikmati dosa-dosa tersebut. Jawablah sendiri: “Berapa lama Anda pernah merasa menyesal akan perbuatan dosa-dosa anda?” Mungkin tidak lebih dari sehari dengan pemikiran, toh Argo Dosa tersebut nantinya akan di Reset jadi Nol lagi oleh Tuhan, jadi buat apa Gw pikirin. Disamping itu bukankah tugas utama dari Sang Pencipta itu untuk mengampuni semua dosa-dosa kita?
|
|
 |
 |
Posted by: mangucup on Saturday, March 13, 2010 - 12:18 PM |
 |
 |
 |
Apabila angka raport kita naik dari 7,69 menjadi 9,07 pasti ini menandakan satu prestasi yang ruaaa..ar biasa. Apalagi mengingat angka tertinggi adalah 10. Nilai tsb diatas inilah yang Indonesia dapatkan dari hasil survei pelaku bisnis yang dirilis Senin, 8 Maret 2010 oleh perusahaan konsultan "Political & Economic Risk Consultancy" (PERC) yang berbasis di Hong Kong dimana mereka menilai Indonesia sebagai Negara terkorup di kolong langit.
Hanya anehnya walaupun kita ini dinilai sebagai Negara terkorup, kenyataannya di Indonesia ini hampir tidak ada koruptornya, karena tak ada seorangpun yang merasa berdosa. Uang yang ajubile gedenya sebesar Rp. 6,7 triliun saja; kenyataannya tidak bisa ditelusuri kemana raibnya alias Gone With the Wind. Walaupun bagi orang awam baunya sudah seperti bau bangkai kerbau yang meluap kemana-mana, tetapi kenyataannya tetap saja tak seorang pun yang merasa bersalah apalagi berdosa. Hal ini bahkan sudah dikonfirm oleh penguasa tertinggi. Jadi apakah Anda masih meragukannya? Oleh sebab itulah, buat apa segala macam dagelan seperti pansus. Mereka hanya merebutkan pepesan kosong, maklum pepesannya sudah habis dimakan kucing. Tindakan korupsi itu bukanlah dosa, karena ini sudah merupakan kebutuhan dasar sosial bagi setiap pejabat.
|
|
 |
 |
Posted by: mangucup on Thursday, March 11, 2010 - 01:00 AM |
 |
 |
 |
Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan di Belanda terhadap 1.087 orang, ternyata lebih dari 60% merasa dirinya tidak berdosa, 25% ragu2, jadi hanya 15% saja yang merasa dirinya berdosa. Bahkan hanya 10% saja dari responden yang bisa menyebutkan dengan benar kesepuluh hukum Allah. Jadi bisa disimpulkan bahwa kata DOSA itu sudah kadaluarsa alias sudah tidak perlu diomongin lagi, mungkin dirumah ibadah saja orang yang masih mau memikirkan masalah dosa. Yang berdosa itu hanya orang lain tapi bukan diri sendiri. Sedangkan orang yang masih merasa dirinya berdosa pada jaman sekarang ini; adalah orang yang sakit jiwa alias rada gelo githu.
|
|
 |
 |
Posted by: mangucup on Tuesday, March 09, 2010 - 01:51 PM |
 |
 |
 |
Filsuf dan Matematikawan Perancis, Rene Descartes berkesimpulan untuk mencari kebenaran sejati harus selalu dimulai dengan cara meragukan apa saja; meragukan yang dikatakan gurunya, meragukan kepercayaan, bahkan meragukan eksistensinya dirinya sendiri. Pokoknya, meragukan segala-galanya. Maka dari itulah muncul Proposisi: “Ketika aku berpikir, maka aku ada” –Cogito Ergo Sum.
Mang Ucup pribadi tidak sepaham dengan pandangan Descartes, cobalah renungkan oleh Anda, bisakan Anda memulai suatu usaha dengan penuh keraguan. Siapapun juga tidak akan mau melakukan investasi entah dalam bentuk apapun juga apabila ia meragukan akan hasilnya.
|
|
 |
|
|