 |
Aku kehilangan apa yang aku pertahankan, Aku memiliki apa yang aku habiskan, Aku mempunyai apa yang aku berikan
-- Peribahasa Persia |
|
 |
 |
We have 5 guests and 0 members online
You are an anonymous user. You can register for free by clicking here
|
|
 |
|
See all
 |
Posted by: mangucup on Saturday, June 12, 2010 - 01:43 PM |
 |
 |
 |
Kenapa Para Pemain Bola Sering Meludah?
Meludah dilapangan ini sudah merupakan satu ciri khas yang hampir dilakukan dalam setiap pertandingan bola nasional maupun internasional, walaupun kita semuanya mengetahui bahwa meludah itu selainnya suatu kebiasaan jorok; juga tidak higienis dan merupakan contoh yang jelek bagi para anak muda. Lucunya kebiasaan ini hanya terjadi pada saat pertandingan sepak bola saja, tetapi tidak pernah terjadi pada saat main basket, bulu tangkis, voleyball maupun handball.
Kalau binatang Lama yang mempunyai kebiasaan meludah; hal ini sudah memang dari sononya, jadi kita bisa mengerti, tetapi bagi para selibritis bola entah itu Beckham ataupun Beckenbauer, yang kenyataannya sering meludah pada saat mereka main bola. Hal ini sukar bisa diterima. Hanya sayangnya pada saat ini belum ada statistik; apakah orang Bule lebih jorok dari pada orang Asia/Afrika dalam soal ludah meludah?
|
|
 |
 |
Posted by: mangucup on Sunday, June 06, 2010 - 04:38 AM |
 |
 |
 |
Tidak lama lagi, ratusan juta umat manusia di kolong langit ini akan kerajingan angka, ialah angka jumlah gol yang dimenangkan oleh tim pavorit pada saat piala dunia FIFA. Angka ini bukan saja diganderungi para gibol (gila bola) saja, melainkan juga oleh para penjudi. Masih teringat oleh kita dimana banyak sekali orang yang khusus mencari dan minta angka judi buntut pada para dukun. Tidak bisa dipungkiri, bahwa angka itu bisa membuat orang jadi Gila!
Angka yang paling penting dalam kehidupan seseorang adalah usia kita, sebab hampir semua proses kehidupan tergantung dari angka usia. Misalnya kapan kita boleh mulai sekolah, kapan kita dianggap dewasa, kapan mulai masa pensiun; maupun kapan kita meninggal dst-nya. Ketika kita masih bayi usia masih dihitung dalam bulan. Pada usia balita dengan rasa bangga sang anak menyatakan bahwa usianya 4,5 tahun, tetapi setelah itu tidak lagi. Walaupun demikian apabila anda sudah mencapai usia 100 tahun, maka anda akan merasa bangga kembali, dimana anda bisa menyatakan, bahwa usia anda telah mencapai 100,5 tahun.
|
|
 |
 |
Posted by: mangucup on Thursday, April 22, 2010 - 02:48 AM |
 |
 |
 |
Pertama dengan ini mang Ucup hendak hendak mengucapkan banyak terima kasih atas komentar-komentar maupun masukan-masukan berharga yang telah diberikan kepada Mang Ucup.
Pertanyaan: “Apakah Anda sudah siap untuk mati sekarang ini juga?” Saya yakin haqul yakin hanya sebagian kecil saja yang sudah benar-benar siap dan ikhlas untuk mati segera, sedangkan sebagian besar pasti akan nawar mohon diperpanjang waktu resident permit dengan berbagai macam alasan. Jadi kesimpulannya kematian itu adalah suatu hal yang dipaksakan, wong masih pengen hidup kok disuru mati. Kebalikannya ada pula beberapa gelintir orang yang kebelet ingin buruan koit diantaranya mang Ucup yang merasa dipaksakan harus hidup terus.
|
|
 |
 |
Posted by: mangucup on Saturday, April 17, 2010 - 03:03 PM |
 |
 |
 |
Salah seorang sahabatnya menelpon kepada Noor-Eldeen agar segera melihat warta berita yang ditayangkan oleh TV al-Dschasira Int. Apa yang dilihatnya; adalah film bagaimana tentara Amerika membantai anak kandungnya Namir. Film ini bukan hanya disaksikan oleh dia seorang saja melainkan oleh seluruh anggota keluarganya termasuk istrinya.
Mereka dibunuh bukan pada saat perang ataupun pada saat adanya demo di Irak melainkan pada hari biasa dimana orang-orang Irak sedang kumpul dengan damai dan santai diluaran tanpa adanya senjata atau apapun juga. Mereka dibantai melalui tembakan dari Helicopter Apache oleh tentara Amerika seperti layaknya membunuh binatang. Dengan jelas di film tersebut terdengar ucapan dari sang pilot dimana dengan perasaan bangga mengucapkan: “Mari kita bunuh mereka, mari kita bakar mereka”, disusul dengan perintah TEMBAK!”
|
|
 |
 |
Posted by: mangucup on Sunday, March 21, 2010 - 09:08 AM |
 |
 |
 |
Bagi kebanyakan perempuan menjadi Orang Tua Tunggal bukanlah pilihan; melainkan nasib yang memaksakan demikian. Dan juga bukanlah suatu trendi seperti yang banyak digembar-gemborkan oleh para selebritis, walaupun tidak bisa dipungkiri, bahwa lebih dari 70% orang tua tunggal adalah kaum perempuan. Kita semua mengerti akan makna dari kata Single Parent atau Orang Tua Tunggal, tetapi apakah kita juga memahaminya problem maupun perasaan mereka sebagai Orang Tua Tunggal?
|
|
 |
|
|