 |
Posted by: mangucup on Wednesday, December 09, 2009 - 07:21 AM
|
 |
 |
|
Seperti yang saya uraikan dalam tulisan sebelumnya, bahwa Allah itu memiliki tiga atribute yang lebih dikenal dengan -Three O’s Atribute- ialah:
1. Omnipotence = Maha Kuasa
2. Omnisience = Maha Mengetahui
3. Omniprecence = Maha Hadir
tetapi tanyalah sama diri sendiri apa manfaatnya bagi saya secara pribadi, apabila saya mengetahui bahwa Allah itu Maha Kuasa, Maha Mengetahui ataupun Maha Hadir. Tidak Ada!
Sama seperti juga apabila kita memiliki seorang ayah yang memiliki jabatan tinggi, kekuasaan, maupun kekayaan yang berlimpah ruah, bahkan gelar yang berderet, tetapi tidak memiliki rasa kasih. Ia bukanlah ayah saya! Tanyalah sama diri sendiri, apakah Anda mengasihi ayah Anda, karena kekayaan atau jabatannya? Saya yakin tidak ! Saya pribadi lebih mengutamakan ayah yang memiliki penuh rasa kasih; daripada seorang ayah yang super kaya maupun super kuasa, tetapi kebalikannya tidak memiliki rasa kasih sama sekali.
Hal inilah yang banyak dilupakan orang, bahwa Allah juga memiliki atribute lainnya yang menurut saya jauh lebih penting daripada ketiga atribute tersebut diatas ialah: - OMNIBEVOLENCE – Allah itu Maha Baik dan Maha Pengasih maupun Maha Penyayang (Ar-Rahim & Ar-Rahman).
Hal ini yang tidak dimiliki oleh komputer/Google. Maka dari itu bagaimana maju maupun hebatnya komputer, hingga kapanpun juga ia tidak akan bisa memiliki perasaan, karena komputer adalah benda mati tanpa jiwa. Komputer tidak akan bisa menjadi Omibevolence – Ar-Rahim & Ar-Rahman, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Komputer hanya tertarik akan duit kita, no money no computer !
Kita mengetahui dan juga pernah merasakan maupun menerima berkat dari Allah yang berlimpah di dalam kehidupan ini, tetapi kenyataannya kita lebih mengutamakan dan lebih mementingkan komputer daripada Allah, bahkan kita mau diperbudak oleh Facebook.
Kita tidak bisa menyembah dan mengabdi kepada dua illah, Allah dan berhala (komputer); Tuhan dan Hantu. Hal inilah yang mendorong saya untuk menulis artikel ini dimana mulai hari ini saya tidak mau dibelenggu atau diperbudak lagi oleh Facebook, Twiter, ataupun Friendster. Dan tanyalah apakah kagak capek tuh ngurusi Facebook terus menerus? Hal inilah yang mendorong Mang Ucup menyatakan talak tiga alias Farewell Facebook, sehingga dengan mana semua message yang dikirim ke Facebook ataupun Twitter untuk Mang Ucup, tidak akan digubris lagi oleh saya.
Saya mengakui, bahwa saya memiliki hobby baca maupun menulis, tetapi mulai hari ini saya pribadilah yang menentukan kapan saya nulis ataupun baca bukannya ditentukan oleh Facebook, Gmail ataupun Yahoo. Saya ingin lebih banyak meluangkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah daripada kepada komputer.
Karena kasih-Nya Tuhan telah bersedia mengorbankan Putera-Nya. Tuhan Yesus yang telah dilahirkan menjadi manusia, untuk menyelamatkan umat manusia. Ia dilahirkan dipalungan kandang sapi s/d akhirnya Ia disalib khusus untuk menebus dosa-dosa kita. Maka dari itu perayaan Natal ini sebenarnya adalah hari perayaan untuk mengingat betapa besarnya Kasih Allah.
Tuhan Yesus bisa menerima Mang Ucup yang penuh dosa dan segala kekurangan saya. Ia mau menerima saya apa adanya, bahkan mau menebus semua dosa-dosa saya. Hanya sayangnya mang Ucup tidak bisa melihat maupun menyadari kasih yang sedemikian besarnya ini. Boro-boro bisa menyadari, menghargai saja tidak.
Hal ini bisa dilihat dari prilaku saya sendiri, dimana kenyataannya saya lebih banyak mengabdi dan lebih banyak meluangkan waktu untuk komputer/Google daripada untuk Tuhan. Bahwa Allah itu Omnibevolence – Maha Pengasih; bukanlah sekedar slogan kosong, karena kita semua telah dapat merasakan anugerah maupun rasa kasih-Nya yang maha besar.
Sesuai dengan lirik dari lagu Joy Tobing: Allah itu Kasih
Dari-Mu Yesus, Tuhan
Kurindu semua yang Kau lakukan
Membuat dunia mengerti
Kau menunjukkan Allah itu kasih
Yang menjadi pertanyaan apakah kita bisa menghargai Kasih-Nya? Apakah kita berada didalam Kasih-Nya? Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. (1Yoh 4:16)
Mang Ucup
Email: mang.ucup<at>gmail.com
Homepage: www.mangucup.org |
|
 |
 |
|
 |
| |
|