 |
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri
-- Yakobus 1:22 |
|
 |
 |
We have 6 guests and 0 members online
You are an anonymous user. You can register for free by clicking here
|
|
 |
|
 |
Posted by: mangucup on Tuesday, November 17, 2009 - 04:33 AM
|
 |
 |
|
Pemerintah Malaysia pernah mengeluarkan perintah untuk tidak menggunakan Nama Allah bagi mereka yang Non Muslim baca Kristen. Kebalikannya umat Kristen sendiri merasa kurang nyaman, apabila menggunakan kata Sembayang untuk Berdoa, masalahnya kata Sembayang itu hanya cocok bagi mereka yang menyembah Dewa sebab kata tersebut diserap dari kata majemuk SEMBAH HYANG. Sembah berarti memuja dan Hyang berarti Dewa. Sedangkan kata Sholat rasanya janggal apabila kata ini digunakan oleh umat Kristen, moso sih ada umat Kristen yang mau sholat?
Hal inilah yang menyebabkan umat Kristen lebih senang menggunakan kata BERDOA daripada sholat ataupun sembayang. Hanya perlu diketahui bahwa kata Doa itu sendiri sebenarnya milik umat Muslim juga, sebab kata doa dalam bahasa Indonesia itu diserap dari bahasa Arab DUA yang berarti ucapan syukur terhadap Allah.
Apakah Anda tahu bahwa kata Tuhan pun sebenarnya hampir memiliki makna yang sama seperti kata Sembayang, sebab kata Tuhan itu sendiri diserap dari bahasa Sansekerta = Tu Hyang. Tu = Maha Esa – Hyang = Dewa. Disamping itu kata Tuhan hanya ada dalam literatur Hindu atau Buddha saja.
Doa itu sudah merupakan naluri dan kebutuhan manusia, sama seperti bernafas ataupun makan dan minum. Salah satu bukti nyata bahwa doa itu bersumber dari naluri manusia tanpa persyaratan, bahwa doa itu tak bergantung berapa jauh manusia telah berkembang dalam budaya maupun pengetahuannya, mereka tidak pernah menganggap dirinya sehingga tidak perlu berdoa lagi. Bahkan sebaliknya mereka menemukan kenyataan bahwa doa itu penting dan sangat bermanfaat.
Manusia sudah berdoa sejak 5.000 tahun yang lampau. Bahkan sampai era komputer sekarang ini pun, manusia masih tetap mempunyai kebutuhan untuk berdoa. Lihat saja berapa banyak dari kita yang pernah ngambek kepada Tuhan sampai mogok berdoa, tetapi akhirnya balik berdoa kembali.
Kata Prayer = doa dalam bhs Inggris, diserap dari kata Preier (memohon) bhs Perancis kuno. Dalam bhs Jerman = Gebet yang berasal dari kata Bitte = memohon. Jadi berdoa itu bisa diartikan sebagai memohon sesuatu dari Sang Pencipta.
Memang sudah tercantum dalam Alkitab apa saja yang kami mohon/minta, kamu akan menerimanya (Matius 21:22), bahkan buku The Secret pun sebenarnya berbasiskan dari ayat tersebut. Tetapi yang menjadi pertanyaan apakah hal ini bisa dibuktikan secara ilmiah?
Prof. Dr. Mitchell W. Krucoff, M.D., F.A.C.C., F.C.C.P. guru besar dalam bidang penyakit jantung dari Duke University – Dunham Amerika. Telah mengadakan penelitian khusus secara ilmiah mengenai hasil dari permohonan doa yang diajukan oleh 750 pasien yang tersebar di sembilan rumah sakit jantung di Amerika. Penelitian ini dilakukan dalam jangka waktu enam bulan. Terbuktikan bahwa pasien yang berdoa kesehatannya jauh lebih cepat pulih kembali daripada mereka yang tidak pernah berdoa sama sekali. Hasil penelitiannya tersebut dimuat di Lancet majalah kedokteran yang paling bergengsi; edisi 16 Juli 2005.
Adakah peraturan khusus bagi umat Kristen berapa kali dalam sehari sebaiknya kita berdoa, seperti halnya saudara kita penganut agama Islam, dimana mereka diwajibkan lima kali sehari sholat. Bagi penganut agama Yahudi jelas; dalam sehari mereka tidak boleh lebih dari tiga kali berdoa. Apakah Tuhan akan bosan mendengar doa kita terus-menerus, sehingga adanya larangan ini ? Saya yakin tidak ! Daud berkata: "Tujuh kali dalam sehari aku memuji Engkau". (Mzm119:164). Tetapi Tuhan Yesus sendiri bersabda agar kita berdoa dengan tidak jemu-jemu (Lukas 18:1)
Hanya perlu diketahui walaupun kita memohon dalam Nama Yesus (Yohanes 14:13-14), sekalipun tidak selalu doa kita itu akan dikabulkan. Jadi jangan kita mensalah artikan kalimat “Dalam Nama Yesus” itu sebagai mantera atau ajimat, sehingga semuanya yang kita mohon Dalam Nama Yesus pasti akan terjadi.
Mengucapkan “Dalam Nama Yesus” pada akhir dari doa, bukanlah sebuah mantra. Jika apa yang Anda minta dalam doa bukanlah untuk kemuliaan Tuhan dan bukan sesuai dengan kehendakNya, walaupun mengatakan “Dalam Nama Yesus” sekalipun tidak ada artinya. Yang penting adalah berdoa dengan sungguh-sungguh Dalam Nama Yesus dan bagi kemuliaanNya; bukan sekedar menempelkan kata-kata tertentu pada akhir dari doa. Dalam doa, bukan kata-katanya yang penting, tapi maksud dari doa itu. Berdoa untuk hal-hal yang sesuai dengan kehendak Tuhan pada hakekatnya adalah berdoa Dalam Nama Yesus.
Mang Ucup
Email: mang.ucup<at>gmail.com
Homepage: www.mangucup.org
|
|
 |
 |
|
 |
| |
|
| Sembayang = Berdoa ? | Login/Create an account | 5 Comments |
|
| | Comments are owned by the poster. We aren't responsible for their content. |
|
|