Mang Ucup Oldies but Goodies

Mungkin sesuai juga dengan ungkapan “Oldies but Goodies” hal-hal inilah yang saya rasakan di masa tua saya. Harus diakui, bahwa semakin tua usia kita semakin malas kita untuk merubah kebiasaan hidup kita sehari-hari. Bahkan apa yang sudah terpatri di benak kita pun rasanya sukar untuk bisa dirubah lagi dengan yang baru.
Putera saya memberikan hadiah kepada saya berupa iPhone S5, tetapi saya lebih senang dan tetap menggunakan handy Nokia jadul saya yang sudah terbiasa dipakai sehari-hari. Apalagi dalam usia seperti sekarang ini; rasanya sudah malas untuk belajar macam-macam hal yang baru lagi. HP buat saya sudah cukup apabila bisa digunakan untuk telpon dan kirim SMS, biarpun disebut gaptek juga masa bodo!
Begitu juga dengan selera entah kenapa saya tidak bisa lepas dari lagu-lagu oldies Elvis, Skeeter Davis, Frank Sinatra, Jim Reeves ataupun Everly Brothers walaupun banyak penyanyi-penyanyi baru yang suaranya, mungkin jauh lebih hebat dan bagus, tetapi saya tetap memilih penyanyi jadul tsb di atas.
Begitu juga bintang film pavorit saya dari dahulu sampai sekarang adalah Audrey Hepburn dan ini tidak bisa diganti dengan Lady Gaga. Style rambut juga begitu; saya tidak akan bisa dan juga mau mempunya rambut dengan style seperti Jambul Ayam atau ala rambut suku indian Cherokee. Style yang tetap saya senangi alaTonny Curtis atau Elvis begitu, walaupun pada saat ini mang Ucup sudah botak sekalipun juga.
Saya pernah menginap di berbagi macam hotel mewah mulai dari Waldorf Astoria di New York, sampai di Mulia Resort Bali yang merupakan Resort termahal di Bali dimana ada kamar seharga AS$ 20.000 per malam. Tetapi saya tidak akan pernah bisa merasa betah maupun nyaman seperti di rumah sendiri, walaupun kamar di rumah kecil dan kotor sekalipun juga. Mungkin inilah yang dibilang Home Sweet Home.
Dalam bahasa Jerman ada kata Gemuetlichkeit yang bisa diartikan Nyaman dan Betah. Kata ini timbul atau berasal dari kata Gewoenheit atau Terbiasakan. Kita akan merasa lebin nyaman dengan hal-hal yang terbiasakan terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dalam usia lanjut seperti sekarang ini; saya sudah ogah tidak mau untuk memulai hal-hal yang baru lagi. Walaupun bisa dapat rumah yang lebih bagus sekalipun juga, saya tidak akan mau pergi pindah ke rumah baru manapun juga.

Begitu juga dengan anggota keluarga, rasanya tidak mungkin dan tidak akan bisa lagi untuk memulai hubungan baru lagi entah itu dengan siapapun juga. Kita sudah terbiasakan dan betah dengan orang yang kita kasihi sampai saat ini. Saya akan lebih ikhlas tinggal menduda seumur hidup daripada harus memulai hubungan baru lagi.

Kesimpulannya bagi saya sebagai seorang kakek gaek yang sudah tuir, saya lebih senang dan lebih bahagia dalam keadaan lingkungan sehari-hari saya yang sudah lama terbiasakan daripada harus memulai dengan yang baru lagi. Dengan kita menjalani ritual dan gaya kehidupan kita sehari-hari; kita tidak perlu sress untuk memikir dan menghadapi hal-hal yang baru lagi.
Biarpun orang lain menilai satu kehidupan yang membosankan, tetapi saya tidak ingin melepaskan kebiasaan maupun hobi saya sehari-hari. Bahkan untuk ini saya mensyukurinya, karena saya merasa bahagia dengan caranya hidup yang saya lakukan pada saat sekarang ini

Bahkan saya senang memelihara persahabatan dengan sohib-sohib lama saya misalnya Bapak Sudomo mantan Pangkopkamtib almarhum maupun dengan teman-teman sekolah saya tempo doeloe.

Mang Ucup